Bahaya Nonton Film Porno

nonton tv puasa ramadhan

Benarkah jadi halal menonton film atau video porno atau sering memandang wanita telanjang yang penting tidak sampai berzina?

Sempat ada yang bertanya seperti ini:

 

“Kalau semisal kita sering melihat film porno, tetapi tidak melakukan zina dan bisa menahan hawa nafsu. Kalau sekedar melihat saja tetapi tidak melakukan (zina), hukumnya apa yah? Mohon pencerahannya.”

 

Dari situ ada komentar yang menarik yang kami pilih di komentar status kami di Facebook:

  1. Minimal dia akan terjerumus dalam dosa besar ustadz, yakni onani. Lalu pikiran dan otaknya akan selalu membayangkan hal-hal tersebut hingga melakukannya berkali-kali. Dan pula, setan akan membisikkan terus agar dia terus mengulangi perbuatan tersebut hingga terjadi perzinaan. (Seno)
  2. Berawal dari zina mata, masuk ke otak dan pasti pkirannya ikut negatif, seluruh anggota tubuh bisa jadi ikut tergerak ke hal negatif. Sama saja zina, dampaknya berkepanjangan, merusak otak. (Greni)
  3. Siap-siap mati rasa terhadap istri Anda. Sering nonton film porno siap-siap istri Anda menjadi wanita terjelek menurut Anda. Karena nantinya Anda akan sering berfantasi dengan wanita-wanita yang lebih cantik yang ada di video. (Ayah Salman)
  4. Rasanya melihat aurat lawan jenis bukan mahram saja sudah satu kesalahan ya ustadz, apalagi bila terus menerus, bukan tidak mungkin tayangan itu menempel lekat di benak sehingga membuyarkan hafalannya. (Supriyanto)
  5. Film porno atau foto merusak bagiam otak memori di dalam hippocampus karena efek dopamin seperti narkoba membuat penikmatnya addict sehingga fokus diluar film xxx atau foto xxx seperti pelajaran atau hapalan quran menjadi hilang. Ini menurut psikologi klinis atau psikiatri barat yang saya pelajari di Fakultas Psikologi. (Abu Sagara)

 

Yang jelas menonton film porno bisa mengantarkan pada zina, cuma barangkali belum ada kesempatan saja atau ada penghalang.

 

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

 

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

 

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925).

 

Bahaya lainnya dari melihat film atau video porno dan gambar wanita telanjang adalah karena yang dilihat adalah aurat. Aurat yang dilihat adalah aurat sesama jenis dan juga aurat lawan jenis.

 

Pertama, Allah perintahkan untuk menundukkan pandangan.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

 

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS. An-Nur: 30)

 

Kedua, aurat diperintahkan untuk dijaga bukan dipamerkan dalam adegan mesum.

 

Dalam hadits disebutkan,

 

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

 

Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budak yang kau miliki.” (HR. Tirmidzi, no. 2769; Abu Daud no. 4017. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Ibnu Hajar berkata, “Yang dipahami dari hadits ‘kecuali dari istrimu’ menunjukkan bahwa istrinya boleh-boleh saja memandang aurat suami. Hal ini diqiyaskan pula, boleh saja suami memandang aurat istri.” (Fathul Bari, 1: 386). Dan yang berpandangan bolehnya memandang aurat satu sama lain antara suami istri adalah pendapat jumhur ulama (mayoritas). (Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 32: 89).

 

Ketiga, aurat orang lain tidak boleh ditonton baik sesama jenis atau bahkan dengan lawan jenis.

 

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ وَلاَ يُفْضِى الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِى ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَلاَ تُفْضِى الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِى الثَّوْبِ الْوَاحِدِ

 

Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain. Janganlah pula pula seorang wanita melihat aurat wanita lain. Janganlah seorang laki-laki berada dalam satu selimut dengan laki-laki lain. Janganlah pula pula seorang wanita berada satu selimut dengan wanita lain.” (HR. Muslim, no. 338)

 

Imam Nawawi menerangkan hadits riwayat Muslim di atas, “Adapun laki-laki melihat aurat laki-laki, begitu pula perempuan melihat aurat perempuan, tetap dihukumi haram. Hal ini tidak ada beda pendapat di dalamnya. Begitu pula laki-laki melihat aurat perempuan, begitu pula sebaliknya, itu juga haram berdasarkan ijma’ atau kesepakatan para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan haramnya laki-laki melihat aurat sesama laki-laki, ini menunjukkan bahwa melihat aurat lawan jenis jelas saja tidak boleh.” (Syarh Shahih Muslim, 4: 30)

 

Sedangkan yang ada dalam adegan film porno adalah melihat laki-laki dan perempuan telanjang, bukan sekedar melihat aurat. Masihkah halal menonton film porno?

Semoga Allah beri hidayah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

.

 

 

 

oleh Ust. M. Abduh Tuasikal ( rumayshocom )

Lihat artikel islam Puasa Ramadhan lainnya :

Leave a Reply

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories

Meta

© 2016 Puasa Ramadhan. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.